Aku dapat cerita menarik dari sahabatku, yang kutahu seorang gay tulen. sejak kukenal mulai awal kuliah hingga kini, ia adalah seorang gay yang mengklaim “tidak mungkin berhubungan dengan cewek”. “Tidak bisa ‘berdiri’” katanya. Ia mengaku sudah pernah mencoba segala hal
untuk bisa berhubungan dengan perempuan, termasuk menyewa pekerja seks seksi, namun semua itu gagal. Itu semua hanya untuk membuktikan ke dirinya sendiri, bahwa ia benar-benar gay “beneran”, setelah sejak SMP ia jatuh cinta untuk pertama kalinya ke guru laki-lakinya.
Sejak keyakinan itu tumbuh, mulailah ia melanglang buana dunia gay, berganti-ganti pasangan, atau mencoba menjalin hubungan tetap dengan seorang laki-laki yang dicintainya. Diantara sesama gay, ia dan teman-temannya saling memperkuat keyakinan itu, dan memperjuangkan
persamaan hak agar diakui ke orang-orang heteroseksual. Mereka, aku, temanku itu, selalu menyanggah peraturan Tuhan, dengan mempertanyakan “kenapa Tuhan menjadikan mereka seorang gay?”. Pertanyaan itu pula yang dari awal kesadarannya bahwa ia adalah
seorang homoseksual, dipertanyakannya.
(more…)