Setiap Kata adalah Mutiara……

November 21, 2005

Bilang Ga Ya ???

Filed under: Uncategorized

…bila memang, ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumiliki
salahku bila, kau lah yang ada di hatiku…

…bila cinta kita tak kan tercipta
ku hanya sekedar tuk mengerti
adakah diriku, singgah di hatimu
dan bilakah kau tahu, kau lah yang ada di hatiku…

Untitled From Maliq D’Essential

Ni lagu kok “pasrah” banget yah :) . Pas denger pertama lagu ini, jadi ikutan sedih :( . Apalagi yang ngasih tau lagu ini tmnku yang punya crita persis bgt ma lirik lagunya, tmbh ikutan sedih deh :( :( :( . Kita semua pasti pernah ngalamin jatuh cinta ma someone, tp si dia ga prnh tau *ini menurut surveyku, diakui ato tidak ;) *. Sakit emang suka ma orang tapi qt ga pernah bisa bilang. Ada banyak alasan kenapa kita ga mau bilang kalo kita suka sama seseorang. Mungkin ’si dia’ udah punya seseorang, ’si dia’ emang hanya menganggap kita ‘temen baiknya’ ga lebih, ato kita nyadar kalo kita ga qualified buat dia o_O.

(more…)

November 18, 2005

Nasihat dari Penderita Cerebral Palsy

Filed under: Uncategorized

Aku dapat cerita menarik dari sahabatku, yang kutahu seorang gay tulen. sejak kukenal mulai awal kuliah hingga kini, ia adalah seorang gay yang mengklaim “tidak mungkin berhubungan dengan cewek”. “Tidak bisa ‘berdiri’” katanya. Ia mengaku sudah pernah mencoba segala hal
untuk bisa berhubungan dengan perempuan, termasuk menyewa pekerja seks seksi, namun semua itu gagal. Itu semua hanya untuk membuktikan ke dirinya sendiri, bahwa ia benar-benar gay “beneran”, setelah sejak SMP ia jatuh cinta untuk pertama kalinya ke guru laki-lakinya.

Sejak keyakinan itu tumbuh, mulailah ia melanglang buana dunia gay, berganti-ganti pasangan, atau mencoba menjalin hubungan tetap dengan seorang laki-laki yang dicintainya. Diantara sesama gay, ia dan teman-temannya saling memperkuat keyakinan itu, dan memperjuangkan
persamaan hak agar diakui ke orang-orang heteroseksual. Mereka, aku, temanku itu, selalu menyanggah peraturan Tuhan, dengan mempertanyakan “kenapa Tuhan menjadikan mereka seorang gay?”. Pertanyaan itu pula yang dari awal kesadarannya bahwa ia adalah
seorang homoseksual, dipertanyakannya.

(more…)

October 28, 2005

Aku, Emak dan Udin

Filed under: Uncategorized

Hujan gerimis membasahi badanku kala aku berjalan sambil menjinjing keranjang berisi roti goreng buatan emak. Aku berteriak kencang menawarkan sisa daganganku “Roti Goreng, Roti Goreng”, berharap teriakan terdengar sampe ke seluruh komplek perumahan ini.

Entah berapa kilo yang sudah aku lalui, rasa lelah itu hilang saat aku melihat isi keranjangku yang tinggal 2 buah. Aku tersenyum saat mengingat wajah Emak dan Udin pasti senang, kalo dagangan habis. Kemudian aku berhenti di depan toko baju anak2, sekedar menghilangkan lelahku. Kupandangi orang2 yang hilir mudik di dalam toko bersama bocah2 kecil seumuran adikku, Udin. Betapa senangnya mereka bisa memilih pakaian yang mereka senangi tanpa harus memikirkan harga. Ada rasa iri melihat polah mereka, andai saja itu aku.

Ah jangankan berkhayal bisa beli baju bagus, buat makan aja susah. Yang aku tau harga telur dan tepung terigu di pasar naik. Semua barang pada naik, eh ada yang ga naik ding, roti goreng jualanku :) . Habis kalo dinaikin ga ada yang mau beli lagi sih :( . Kata orang2 gede di kampungku itu semua gara2 BBM naik. Aku dengar dr obrolan mereka katanya kami orang miskin dapat dana kompensasi BBM. Mereka pada ngantri buat ngambil jatah uangnya di kantor pak lurah. Aku ga ngerti apa itu istilah kompensasi. Sekolah aja cuman sampe kelas 4 SD, mana ngerti aku artinya kata aneh itu. Masih bisa baca saja aku sudah untung :) . Walopun ada kompensasi itu, tetep saja nasib kami ga berubah. Kami masih tetap berjuang untuk bisa makan.

Duh Gusti, sampe kapankan kami seperti ini? Aku ga nyesel ga bisa sekolah, aku ga pengen punya baju bagus, aku juga ga pengen punya sepeda ato TV seperti anak2 lain. Aku hanya ingin kami bisa makan nasi, sayur dan lauk setiap hari, walaupun cuma sayur kangkung dan tahu tempe.

Hujan sudah mulai reda, aku harus pulang ke rumah. Emak dan Udin pasti sudah menungguku pulang. Aku tidak perduli besok akan seperti apa hidup kami. Aku ikuti saja semua cerita yang dibuatNya untuk kami.

Keagungan Lailatul Qadar

Filed under: Uncategorized

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada Lailatul Qadr.” (QS a,-Qadr:1)

Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan dan dinanti-nantikan orang-orang beriman
karena kemuliaan dan keagungan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah Lailatul Qadr Apakah Lailatul Qadar itu ? Seberapa besarkah keagungan dan keutamaannya? Bilakah malam itu terjadi? Dan apa yang sebaiknya kita lakukan saat kita merasakan atau berada pada malam tersebut?

Semua ini pertanyaan-pertanyaan yang menarik untuk kita ungkapkan dalam rangka mengapai
dan memperoleh Lailatul Qadr. Sekalipun pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah sesuatu
yang baru, tapi memiliki bobot tersendiri dan sangat relevan.

Secara harfiyah Lailah berarti malam. Sedangkan Qadr berarti takaran, ukuran, sesuatu yang bernilai dan sesuatu yang terbatas. Kemudian para ulama beragam dalam mengartikan dan
menafsirkannya.

Ada yang menyebutnya malam kemuliaan, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Qur’an yang merupakan sumber kemuliaan manusia. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuh kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kamu. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS al-Anbiyaa:10)

(more…)

October 27, 2005

LCR (Lebaran Cara Rasulullah)

Filed under: Uncategorized

Dari Milling List

Fajar 1 Syawal menyingsing, menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir di wajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang, menyeru nama Allah lewat takbir, hingga langit pun bersaksi, di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. Sementara itu, langkah sepasang kaki terhenti oleh sesegukan gadis kecil di tepi jalan. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis.

Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya, matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Ternyata, ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah,” tutur gadis
kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya.

Seketika, lelaki itu mendekap gadis kecil itu. “Maukah engkau, seandainya Aisyah menjadi ibumu, Muhammad Ayahmu, Fatimah bibimu, Ali sebagai pamanmu, dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW, Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia, dan beribu seorang Ummul Mukminin?

Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih di hari raya kembali tersenyum. Barangkali, itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim, yang diukir oleh Nabi anak yatim. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus, terbasuhlah sudah airmata. Lelaki agung itu, shalawat dan salam baginya.

Temen2 yuk kita ikuti Gerakan LCR (Lebaran Cara Rasul). Gerakan ini, saya yakin sudah banyak yang melakukannya di berbagai tempat. Namun jika lebih banyak lagi orang-orang beruntung seperti kita yang mau membudayakan LCR ini, akan lebih banyak senyum anak yatim yang tercipta di hari bahagia. Amin.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here